Tuesday, July 17, 2012

, , ,

Guru BK diantara Demoralisasi

Lama tidak menulis disini..membranding diri secara online dengan berbagai posisi ternyata sangat susah. So, akhirnya menjadi terbengkalai dengan media yang saya gunakan untuk “personal branding” saya di blogdetik sebagai seorang Guru Bimbingan dan Konseling.

Oke deh, saat ini pengen share tentang sesuatu yang berkecamuk di pikiran saya beberapa bulan ini.
KORUPSI…yup, korupsi!
Beberapa bulan ini saya sedang rajin memantau Lini Masa akun twitter @TrioMacan2000, kebetulan akun twitter saya yang sejak 2010 dulu tidak pernah berjalan, kini kembali jalan. Walaupun itu hanya sekedar Retweet :)

Kembali ke pikiran saya :)
Seperti kita ketahui, dan media juga sudah memberitakan bahwa korupsi saat ini kembali marak dibicarakan. Mulai dari korupsi anggaran di DPR, kemudian korupsi di BUMN, korupsi di kementerian, kemudian korupsi di pemerintahan provinsi bahkan kabupaten, semua melakukan korupsi. Benar-benar parah!
Dalam bayangan saya, generasi muda saat ini yang haus informasi melalui berbagai media kini selalu disuguhi dengan berita korupsi. Kira-kira, jika mereka membaca informasi yang mereka baca tentang “korupsi”, apakah itu akan terekam oleh mereka?! Sudah pasti mereka akan mengingat itu kan, sudah banyak teori yang menjelaskan bahwa seorang anak dapat dengan mudah mengingat peristiwa yang berkesan yang dialaminya, bahkan konon ingatan peristiwa yang “mesum”
merupakan ingatan yang tercetak terlama di otak kita.

Seperti yang kita ketahui bersama juga, generasi muda saat ini cenderung bersifat meniru. Coba kita lihat kasus OLGA di media, dulu seorang lelaki sangat malu bila dia berperilaku “kebanci-bancian”, sekarang generasi muda saat ini bahkan bisa sangat bangga terlihat seperti OLGA. Dan, itulah realita yang terjadi, dan itu adalah salah satu contoh kasus.

Dengan kondisi seperti ini, generasi muda yang “suka meniru” kemudian di suguhi informasi berulang-ulang tentang korupsi, kira-kira apakah ada kemungkinan mereka akan meniru perilaku korupsi itu?! Menurut saya, Iya! Mereka akan meniru perilaku itu! Lalu, bagaimana dengan informasi yang guru-guru sampaikan di sekolah, bahkan bila lebih khusus ke Guru BK yang kadang tidak mendapatkan jam pelajaran di kelas untuk menyampaikan informasi?!

Saya pribadi sebagai guru BK, kadang merasa kebingungan bagaimana memposisikan diri ketika berhadapan dengan anak-anak. Sangat berat ketika saya harus menyampaikan tentang Pendidikan Karakter Bangsa dan kemudian ada pertanyaan dari anak, “Pak, kok di DPR ada Korupsi ya?”, lalu yang lain kadang bertanya “Pak, Indonesia itu negara Gagal ya pak?”.  Pertanyaan-pertanyaan itu terkadang menjadi boomerang dalam menyampaikan materi “yang sangat baik” itu. Karakter seperti apa yang wajib dimiliki bangsa Indonesia?!

Demoralisasi adalah suatu kondisi penurunan moral!
Waduh..ini yang saat-saat ini saya takutkan..walaupun menurut pandangan saya itu sudah terjadi! Tapi, saya secara pribadi pun juga menemukan demoralisasi ini tidak terjadi di kalangan generasi muda. Tapi semua kalangan! Mulai dari generasi muda, sampai generasi tua! Media-media sudah menjadi alat untuk “penjajahan”. Semua cerita kini dijadikan sebuah DRAMA! Mulai dari sekedar sepatu, cerita di balik prestasi, semua dijadikan komoditas melalui DRAMA.

Guru BK dan Demoralisasi
Apabila semua sudah terjadi seperti ini, kira-kira apa yang akan kita lakukan?!
Sebagai pribadi, saya hanya bisa berusaha memberikan pencerahan..terutama kaitannya dengan Kegiatan Belajar Mengajar..karena menurut saya Pola “Korupsi” sudah dilakukan anak. Membolos atau tidak masuk tanpa keterangan, tidak melakukan remedi pelajaran, melanggar peraturan, menurut saya adalah perilaku korupsi. Selain itu, karena selalu dilakukan berulang-ulang maka kadang akan dianggap “kenakalan wajar”. 

Saya secara pribadi tidak suka menggunakan istilah nakal untuk memberikan sebutan terhadap perilaku menyimpang dari peraturan. Maka dari itu, saya sebagai guru BK saat ini pun masih bingung untuk mencari cara bagaimana menjelaskan tanpa menghakimi bahwa apa yang terjadi di realita adalah memang seperti itu, dan tidak membohongi..

Ini mungkin sekedar tulisan saya untuk mencari cara..next update saya akan menuliskan tentang bagaimana memberikan informasi di dalam kelas sebagai guru BK tanpa menghakimi dan tidak membohongi!

Source : http://faizperjuangan.blogdetik.com/?p=32

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.