Friday, June 13, 2014

,

Mendidik Peserta Didik SMK Untuk "BISA!"


"Kesuksesan itu diawali dengan kesiapan diri untuk berubah menjadi lebih baik" 

Kata-kata itu muncul setelah 12 Juni 2014 lalu, saya dan serombongan rekan-rekan guru berkesempatan hadir ke SMK PGRI 3 Malang. Sebuah sekolah menengah kejuruan yang bisa saya katakan adalah sebuah SMK yang benar-benar membentuk peserta didiknya untuk siap menjadi "BISA!", sesuai dengan jargon "SMK BISA!". Arti dari "BISA!" dalam dunia SMK itu adalah "BISA" bekerja dengan ketrampilan yang berkompeten untuk kerja dan "BISA" melanjutkan ke perguruan tinggi.


Yang menarik dari kunjungan saya ke SMK ini adalah sekolah ini adalah SMK yang masa pendidikannya selama 3 tahun, namun menerapkan Praktek Industri atau PKL selama 1 tahun. Pertama kali mengetahui hal ini, saya secara pribadi seperti mendapatkan pencerahan bahwa ternyata inilah sekolah yang seharusnya dari dulu di tiru oleh sekolah-sekolah SMK yang menerapkan pendidikan 3 tahun namun ingin menghasilkan lulusan yang benar-benar siap kerja dan teruji serta siap untuk meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Sekolah yang memiliki jumlah siswa hampir 3000 siswa ini juga benar-benar sukses membentuk lulusannya untuk siap kerja. Itu dibuktikan dengan adanya semacam "Ujian Kompetensi" sesuai dengan jurusannya setiap akan kenaikan kelas, dan itu juga menjadi pertimbangan guru untuk menaikankelaskan siswa tersebut. 

Selain itu ternyata sekolah ini juga benar-benar mengeksplorasi Kurikulum 2013 sehingga dalam pelaksanaanya benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa untuk siap kerja maupun melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Dari kunjungan tersebut, ada beberapa hal yang memang harus ditiru:
1. Pembentukan kedisiplinan siswa sejak dini dengan manajemen administrasi sehingga terekam jelas sebagai acuan dalam penanganan permasalahan siswa.
2. Pembentukan kurikulum yang disesuaikan agar siswa di kelas 2 dapat melaksanakan praktek industri/PKL selama 12 bulan.
3. Kesadaran Guru-guru dalam membantu siswa agar benar-benar siap kerja.
4. Tata kelola administrasi pendidikan yang benar-benar teratur dan jelas
5. Memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi kerja administrasi tenaga kependidikan atau pendidik, maupun dalam kegiatan pembelajaran.
6. Sistem seleksi penerimaan peserta didik baru yang dapat menyaring calon peserta didik yang benar-benar memang ingin sekolah di SMK.
7. Membuka lembaga untuk mau bekerja sama dengan pihak luar (perusahaan) agar terdapat mutualisme dalam pengembangan lembaga masing-masing.
8. Keteladanan yang dilakukan oleh pelaksana sistem sekolah sehingga dapat ditiru oleh peserta didik.

Mungkin segitu dulu catatan saya dari kunjungan saya :) Semoga bermanfaat!